JUPE: Jurnal Pendidikan Mandala http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JUPE/index Vol. 5. No. 5. Juni 2020 p-ISSN: 2548-5555 e-ISSN: 2656-6745 Jurnal Pendidikan Mandala 19 Karakterisasi Struktur Morfologi Material Ferroelektrik Barium Stronsium Titanat (Ba x Sr 1-x TiO 3 ) dan Stronsium Titanat (SrTiO 3 ) dengan Variasi Komposisi Barium Dan Stronsium Alpi Zaidah Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Institut Pendidikan Nusantara Global Jalan Raya Praya Mantang Km. 07 Aik Mual, Lombok Tengah-NTB 85311 Email: alpizaidah@nusantaraglobal.ac.id Abstrak: Material ferroelektrik Barium Strontium Titanat (Ba x Sr 1-x TiO 3 , BST) dan (SrTiO 3, ST) dengan variasi komposisi Barium dan Stronsium ( x<0,5) telah dibuat menggunakan metode reaksi fasa padat. Sampel dicetak dalam bentuk bulk (padatan) kemudian di-sintering pada temperatur 1100 o C dengan holding time 2 jam. Karakterisasi sampel dilakukan Scanning Electron Microscopy (SEM) bertujuan untuk mengetahui struktur morfologi bulk barium stronsium titanat (Ba x Sr 1-x TiO 3 ) dan stronsium titanat (SrTiO 3 ). Kata kunci: BST, ST, Metode Reaksi Fasa Padat, Scanning Electron Microscopy (SEM) PENDAHULUAN Perkembangan teknologi dunia hampir setiap tahunnya mengalami kemajuan yang sangat pesat terutama dibidang elektronika. Penelitian mengenai material-material yang mampu menjadi sumber energi atau penyimpan muatan pada komponen elektronika banyak dikembangkan. Misalnya adalah kapasitor yang memiliki kemampuan menyimpan muatan. Muatan yang tersimpan dalam kapasitor dipengaruhi oleh bahan dielektrik yang digunakan (Wee et al, 2011). Material ferrolektrik dapat difabrikasi sesuai kebutuhan serta mudah diintegrasikan dalam bentuk divais. Aplikasi divais berdasarkan sifat histerisis dan konstanta dielektrik yang tinggi adalah pada memori Dynamic Random Access Memory (DRAM) (Uchino, 2000). Material ferroelektrik yang mempunyai perpaduan sifat paling menarik untuk aplikasi memori adalah Barium Stronsium Titanat dan Stronsium Titanat. Material BST dan ST mempunyai konstanta dielektrik yang tinggi, loss dielektrik rendah, densitas kebocoran arus rendah. Konstanta dielektrik yang tinggi akan meningkatkan kapasitansi muatan lebih tinggi sehingga penyimpanan muatan juga lebih banyak (Uchino, 2000). Pembuatan BST dapat dilakukan beberapa cara diantaranya Metalorganic Chemical Vapor Deposition (MOCVD) (Schneller et al, 2011), Pulsed Laser Deposition (PLD) (Pergolesi, et al, 2010), Magnetron Sputtering (Ohno, et al, 2014) serta Chemical Solution Deposition atau metode sol gel dan metode reaksi fasa padat (solid state reaction) (Ries, et al, 2003). Pada paper ini, Barium Strontium Titanat (Ba x Sr 1-x TiO 3 , BST) dan (SrTiO 3, ST) dengan variasi komposisi Barium dan Stronsium ( x<0,5) dengan temperatur 1100 o C, holding time 2 jam dibuat menggunakan metode reaksi fasa padat. Metode ini relatif sederhana dengan mencampurkan semua bahan dasar kemudian dikompaksi (ditekan) dilanjutkan dengan proses sintering pada temperatur tertentu sehingga terbentuk senyawa baru yang diinginkan (Pradhan, et al, 2005). Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi komposisi barium dan stronsium terhadap struktur morfologi material Ba x Sr 1-x TiO 3 dan SrTiO 3. METODE PENELITIAN Ba x Sr 1-x TiO 3 dan SrTiO 3 dibuat dengan metode reaksi fasa padat dengan mencampurkan bahan-bahan serbuk BaCO 3 , SrCO 3 , dan TiO 2