Seminar Nasional Informatika 2011 (semnasIF 2011) ISSN: 1979-2328 UPN ”Veteran” Yogyakarta, 2 Juli 2011 E-192 VISUALISASI LUAS DAERAH PENGURASAN SUMUR MINYAK Herry Sofyan Jurusan Teknik Informatika UPN “Veteran” Yogyakarta Jl. Babarsari 2, Tambakbayan Email : mas_herrysofyan@yahoo.com Abstrak Indonesia merupakan salah satu Negara penghasil minyak dan gas, Pada pertengahan dekade 1980-an, para ahli anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menyatakan bahwa di wilayah kedaulatan Indonesia terdapat enam puluh cekungan geologi yang secara potensial mengandung sumber daya hidrokarbon. Cekungan geologi yang ternyata mengandung cadangan minyak dan gas yang dapat diproduksikan secara komersial, hingga kini berjumlah 12 cekungan, di antaranya cekungan Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Jawa Barat dan Kalimantan Timur. Dan tentunya di tiap-tiap cekungan geologi yang telah diproduksi ini terdapat sumur-sumur minyak dan/atau gas. Dari setiap sumur-sumur ini pasti terjadi perluasan daerah, dan dibutuhkan enginer di lapangan untuk menghitung/mengukur perluasan itu.Metodologi yang digunakan adalah dengan menggunakan metode waterfall, dimana pada metode ini terdiri dari beberapa tahap, seperti : analisis, desain/perancangan, coding, dan pengujian. Pada aplikasi ini akan dilengkapi dengan fasilitas zooming peta, penentuan titik sumur, luas sumur dan perluasan yang mungkin terjadi. Dengan menggunakan visualisasi ini maka akan lebih mudah bagi perusahaan untuk dapat mengetahui perluasan daerah sumur minyak yang sedang diproduksi, sehingga memungkinkan bagi perusahaan untuk melihat luas sumur dan kemungkinan untuk pembuatan sumur minyak baru.Aplikasi visualisasi luas daerah pengurasan sumur minyak dan gas ini akan dibangun menggunakan Microsoft Visual Studio 2008 dengan menggunakan bahasa C++ dan menggunakan database dari Microsoft Access. Kata kunci : sumur minyak, reservoir, database. 1. PENDAULUAN Sebagai salah satu Negara penghasil minyak di dunia, Indonesia memiliki banyak daerah yang berpotensial memiliki kandungan sumber daya hidro karbon. Pengelolaan sumber daya ini kemudian dilakukan oleh perusahaan - perusahaan nasional maupun multi nasional. Luas area pengurasan sumur minyak merupakan fungsi dari kumulatif produksi minyaknya. Namun sebesar apa peluasan yang terjadi di reservoir sulit untuk dapat dilihat secara kasat mata. Dengan menggunakan rumus perhitungan, dapat diketahui kandungan minyak yang tersedia di suatu tempat. Perhitungan dilakukan dari seluruh data yang dikumpulkan di lapangan, kemudian digunakan untuk menghitung jumlah kandungan minyak mula-mula dan yang telah diambil. Seringkali perusahaan perusahaan minyak membutuhkan data mengenai peluasan sumur yang terjadi di reservoir. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi yang sedang terjadi di lapangan, dan ini juga berkaitan dengan pengembangan sumur minyak. Data lapangan seperti kumulatif produksi, ketebalan lapisan, porositas, saturasi air mula-mula dan data-data lainnya dapat membantu menggambarkan keadaan yang terjadi di lapangan. Data yang sudah diolah menjadi visualisasi akan memudahkan memetakan sumur minyak beserta peluasan yang telah terjadi. 2. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalahnya adalah bagaimana membangun sebuah aplikasi untuk memvisualisasikan luas daerah pengurasan sumur minyak. 3. MANFAAT PENELITIAN Manfaat dari penelitian ini antara lain adalah : a) Membantu reservoir engineer untuk melihat perkiraan batas-batas daerah pengurasan sumur minyak b) Membantu drilling enggineer untuk menentukan titik pengeboran berikutnya. 4. DASAR TEORI 4.1. Aplikasi Aplikasi atau perangkat lunak adalah suatu subkelas perangkat lunak komputer yang memanfaatkan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pengguna. Biasanya dibandingkan dengan perangkat lunak sistem yang mengintegrasikan berbagai kemampuan komputer, tapi tidak secara langsung menerapkan kemampuan tersebut untuk mengerjakan suatu tugas yang menguntungkan pengguna. Contoh utama perangkat lunak aplikasi adalah pengolah kata, lembar kerja, dan pemutar media. Program aplikasi dikelompokkan menjadi dua (Kadir, 2002), yaitu :