Prosiding SEMATEKSOS 3"Strategi Pembangunan Nasional Menghadapi Revolusi Industri 4.0" 243 PEMANFAATAN LIMBAH ALUMINIUM SEBAGAI KOAGULAN DALAM PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DAN PENJERNIHAN AIR Afifah Rosyidah 1 dan Endang Purwanti 1 1 Departemen Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Kampus ITS Sukolilo-Surabaya 60111, Indonesia Email: afifah.chem@gmail.com ABSTRAK Terinspirasi dari sulitnya limbah aluminium terdegradasi dan tidak bisa diuraikan oleh proses biologi di lingkungan, maka limbah aluminium yang sudah terbuang seperti kaleng bekas, aluminium foil pembungkus makanan dan minuman bahkan tidak sedikit limbah laboratorium berpotensi untuk dimanfaatkan kembali. Pada penelitian ini, limbah aluminium diekstrak menggunakan kalium hidroksida (KOH) dalam kadar dan jumlah tertentu, kemudian direaksikan dengan asam sulfat (H 2 SO 4 ) dalam kadar dan jumlah tertentu pula. Proses itu menghasilkan kalium aluminium sulfat yang berpotensi sebagai koagulan untuk menjernihkan limbah cair dan air keruh. Kandungan aluminium yang berhasil diperoleh berkisar antara 2,33% dan 24,07%, dengan rendemen hasil 81,12% sampai 97,95%. Kata kunci: Limbah aluminium, Bahan Koagulan, Pengolahan Limbah Cair, Penjernihan Air, Analisis Kualitatif 1. PENDAHULUAN Aluminium merupakan salah satu jenis material yang sangat banyak ditemui dan didapat di sekitar kita dalam bentuk seperti kaleng minuman, komponen elektronik, perabot rumah tangga, siku scrap beberapa jenis bahan bangunan dan bahkan beberapa jenis makanan menggunakan aluminium foil sebagai kemasannya. Terinspirasi dari sulitnya limbah aluminium terdegradasi dan tidak bisa diuraikan oleh proses biologi di lingkungan, maka aluminium yang sudah terbuang atau tidak terpakai berpotesi untuk dimanfaatkan kembali. Aluminium terindikasi sebagai logam putih, dapat ditempa namun liat; serbuknya menghasilkan warna abu-abu dan akan melebur pada 695 o C; apabila terkena udara maka aluminium akan teroksidasi pada permukaannya, namun demikian lapisan oksida ini melindungi bahan dari oksida lebih lanjut. Aluminium termasuk golongan tervalen dalam senyawa-senyawanya. Ion aluminium (Al 3+ ) dapat membentuk garam dengan anionnya. Aluminium sulfat kemungkinan besar dapat membentuk garam rangkap dengan sulfat dari kation-kation monovalen yang dapat berfungsi sebagai koagulan. Didasarkan atas kenyataan yang ada dalam semua kegiatan Laboratorium, terutama terkait dengan banyaknya limbah yang dihasilkan akibat praktikum yang dilakukan, maka potensi limbah yang dihasilkan juga cukup besar. Dengan demikian upaya untuk pengelolaan dan pengolahan limbah yang benar dan tidak mencemari lingkungan sangat mutlak diperlukan. CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by IPTEK Journal of Proceedings Series