ISSN:2655-1586 72 JURNAL ILMIAH MAHASISWA ARSITEKTUR DAN PERENCANAAN VOLUME 6, No.4, November 2022, hal 72-78 Identifikasi Kenyamanan Jalur Pejalan Kaki Kawasan Wisata Bersejarah di Pusat Kota Banda Aceh Riska Tiara Nasution 1 , Mirza Fuady 2 , Muhammad Haiqal 2 1 Mahasiswa Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala 2 Dosen Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala Email: mirzafuady@unsyiah.ac.id Abstract Ruang bagi pejalan kaki atau disebut dengan pedestrian memiliki peran penting sebagai penghubung antar bangunan ataupun kawasan juga sebagai tempat perantara untuk masyarakat beraktivitas. Khususnya di kota Banda Aceh, pengguna jalur pedestrian secara perlahan semakin berkurang dikarenakan menurunnya minat masyarakat untuk berjalan kaki. Turunnya minat tersebut disebabkan oleh faktor kenyamanan yang meliputi keamanan dan keterhubungan pada jalur pedestrian yang sampai saat ini masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelengkapan dan kondisi fisik jalur pedestrian serta mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi kenyamanan jalur pedestrian pada kawasan bersejarah yang ada di pusat kota Banda Aceh, sehingga dapat ditemukan solusi dari menurunnya minat berjalan kaki pada masyarakat serta memaksimalkan penggunaan jalur pedestrian. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, tentang aspek kenyamanan. Sumber yang digunakan adalah sumber primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara langsung dengan pejalan kaki di seputaran kawasan, dan data sekunder diperoleh dengan melakukan studi pustaka, artikel, jurnal dan skripsi yang dapat menunjang kegiatan penelitian. Fakta yang didapat berdasarkan observasi menunjukkan bahwa fasilitas jalur pejalan kaki yang tersedia di hampir setiap kawasan belum terlengkapi dengan baik dengan kondisi fisik yang belum memenuhi standar. Hasil wawancara menunjukkan bahwa 46% narasumber berpendapat bahwa jalur pedestrian di kawasan Taman Putroe Phang, Gunongan, Makam Kherkof dan Museum Tsunami mengalami banyak kerusakan sehingga tidak memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalur pejalan kaki dan banyak jalur pejalan kaki yang dialih fungsikan untuk kegiatan lain seperti tempat berjualan dan menjadi lahan parkir. sehingga hal ini mempengaruhi tingkat kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalur pedestrian. Kata kunci: Jalur Pedestrian, Kawasan Sejarah, Banda Aceh Abstrak Space for pedestrians has an important role as a connector between buildings or areas, as well as an intermediary place for people to do activities. Especially in the city of Banda Aceh, pedestrian path users are slowly decreasing due to the declining interest of the community to walk. The decline in interest is caused by the convenience factor which includes safety and connectivity on the pedestrian path which is still an unresolved problem. The purpose of this research to evaluate the completeness and physical condition of pedestrian paths and identify factors that affect the comfort of pedestrian paths in historical areas in downtown Banda Aceh so that solutions can be found to reduce public interest in walking and maximize the use of pedestrian paths. This study uses qualitative research methods, regarding the aspect of comfort. The sources used are primary and secondary sources. Primary data was obtained by collecting data through direct observation and interviews with pedestrians around the area, and secondary data obtained by conducting literature studies, articles, journals and theses that can support research activities. The facts obtained based on observations show that the pedestrian path facilities available in almost every area are not well equipped with physical conditions that do not meet the standards. The results of the interview showed that 46% of the respondents thought that the pedestrian paths in the Putroe Phang Park, Gunongan, Kherkof Tomb and Tsunami Museum areas suffered a lot of damage so that they did not provide a sense of security and comfort for pedestrians and many pedestrian paths were converted for activities. others such as a place to sell and a parking lot. This also affects the level of comfort and safety for pedestrian path users. Keywords: Pedestrian Ways, Historical Area, Banda Aceh 1. Pendahuluan Kota Banda Aceh yang berkembang dengan pesat akibat pengaruh dari aktivitas masyarakat dalam melangsungkan kehidupan dengan berbagai tuntutan yang berbeda dari waktu ke waktu dan moderninasi yang semakin meningkat. Penataan struktur kota yang tepat akan berdampak baik terhadap pertumbuhan kota di masa yang akan datang. Penataan kota yang baik adalah yang sesuai dengan aktivitas dan kebutuhan masyarakatnya. Pesatnya perkembangan kota juga didorong oleh perkembangan kawasan wisata di kota Banda Aceh.