Vol 10 Number 3 ---- Oktober 2021 Page 153 Caraka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Bahasa Daerah EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL SPEED READING DAN MODEL SKIMMING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT Siti Asiyah 1 , Lina Siti Nurwahidah 2 , Ari Kartini 3 Surel: asiyahsiti9903@gmail.com 1 , linasitinurwahidah@institutpendidikan.ac.id 2 , arikartini00@gmail.com 3 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Institut Pendidikan Indonesia Garut ABSTRAK Penelitian ini bertitik tolok pada rendahnya kemampuan membaca siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model speed reading dan model skimming dalam meningkatkan pembelajaran membaca cepat teks nonsastra pada siswa kelas VII MTs- SA Nurul Falah Bungbulang. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group. Hasil dari penelitian ini yaitu ;(1) Model speed reading terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pembelajaran membaca cepat teks nonsastra. Model skimming terbukti kurang efektif dalam meningkatkan pembelajaran membaca cepat teks nonsastra. Hal ini menunjukan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca cepat antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model speed reading dengan siswa yang menggunakan model skimming. Hal ini ditunjukkan oleh skor rata-rata tes akhir kelompok eksperimen 308,35 sedangkan rata-rata tes akhir kelompok kontrol 177,65 dengan selisih 130,7. Artinya model pembelajaran lebih efektif digunakan dalam pembelajaran membaca cepat ini. Diharapkan para guru terus melatih siswa membaca, karena keterampilan membaca merupakan kunci dalam kehidupan. Kata kunci: Model Speed Reading, Model Skimming, membaca cepat. I. PENDAHULUAN Bahasa Indonesia merupakan sarana komunikasi bangsa kita. Oleh karena itu, kita harus memahami bahasa kita dengan baik. Kita juga harus meningkatkan keterampilan berbahasa, baik secara lisan maupun secara tulisan. Ruang lingkup standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia SMP terdiri dari aspek: mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Dengan demikian, dalam belajar Bahasa Indonesia siswa harus menguasai empat kemampuan dasar dalam Keterampilan Berbahasa, yaitu keterampilan mendengarkan (menyimak), keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Keempat keterampilan tersebut saling berkaitan satu sama lain. Keterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa dari keempat keterampilan yang ada. Keterampilan membaca merupakan salah satu keterampilan yang ditekankan oleh sekolah, selain menulis, berbicara, menyimak dan berhitung. Pembelajaran membaca pada dasarnya bertujuan supaya siswa mampu menangkap dan memahami informasi-informasi yang disampaikan melalui media tulis. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini berbagai informasi disampaikan melalui berbagai media seperti internet, koran, majalah, surat kabar, dan sebagainya. Hal ini menuntut siswa untuk memiliki kemampuan membaca dengan cepat serta pemahaman yang cepat pula dalam mengakses informasi-informasi