Jurnal Arus Elektro Indonesia (JAEI) Jurusan Teknik Elektro | Fakultas Teknik – Universitas Jember 8 Analisis Pengaruh Perbedaan Aluminium dan Akrilik Sebagai Kerangka Penyusun Generator Axial Flux 12 Slot 8 Pole Fajrin Nurul Qomariyah Fajrinnurul1999@gmail.com Univeritas Jember Widyono Hadi widyono@unej.ac.id Universitas Jember Widya Cahyadi cahyadi@unej.ac.id Universitas Jember Abstrak Generator merupakan suatu alat yang penting pada sebuah pembangkit yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Pemilihan material dalam membuat kerangka penyusun generator sangat perlu diperhatikan agar generator yang dibuat memiliki keefektivitasan yang baik saat dioperasikan. Dampak dari pemilihan material kerangka penyusun generator akan mempengaruhi output generator yang dihasilkan. Secara khusus material aluminium memiliki keefektivitasan yang lebih baik dibandingkan material akrilik. Dari kedua material tersebut didapatkan bahwa material aluminium memiliki distribusi kerapatan fluks magentik yang lebih besar dibandingkan material akrilik sehingga output generator berupa tegangan dan frekuensi juga lebih besar. Hasil uji torsi generator dengan kerangka penyusun aluminium lebih kecil dibandingkan kerangka penyusun material akrilik sehingga kinerja generator dengan material aluminnium lebih baik dibandingkan dengan material akrilik. Kata Kunci — Generator, Aluminium, Akrilik, Distribusi Kerapatan Fluks Magnetik, Torsi. Abstract A generator is an important device in a plant that converts mechanical energy into electrical energy. The selection of materials in making the frame of the generator is very important so that the generator made has good effectiveness when operated. The impact of the selection of the material of the generator's constituent framework will affect the output of the generator produced. Specifically, aluminum material has a better effectiveness than acrylic materials. From both materials it is obtained that aluminum material has a greater distribution of magentic flux density than acrylic material so that the generator output in the form of voltage and frequency is also greater. The result of the generator torque test with an aluminum constituent frame is smaller than the acrylic material building frame so that the performance of the generator with aluminnium material is better compared to acrylic material. Keywords — Generator, Aluminium, Acrylic, Magnetic flux density distribution, Torque I. PENDAHULUAN Ketersediaan energi listrik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dan bahkan menjadi sebuah parameter dalam mendukung kesuksesan pembangunan suatu daerah. Kecukupan akan ketersediaan energi listrik akan mendorong perkembangan pembangunan pada bidang industri, komersial, pelayanan publik dan kualitas masyarakat yang tinggal di suatu daerah untuk menikmati energi lsitrik (A.C. Wibowo, 2015)[1]. Dengan ketersediaan energi listrik maka harus di dukung dengan pembangkit listrik yang memadai[2]. Generator memiliki peranan yang penting pada sebuah pembangkit listrik. Generator merupakan salah satu alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik[3]. Pemilihan material dalam membuat kerangka penyusun sangat perlu diperhatikan. Setiap material atau bahan yang digunakan dalam pembuatan kerangka penyusun memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda setiap materilanya. Dengan sifat dan karakteristik yang berbeda ini tentu akan mempengaruhi keefektivitasan generator dalam pengoperasiannya. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Liu Yiqi, Paul han dan Ali M.Bazzi denga judul “A Comparison of Rotor Bar Material of squirrel-cage Machines for Efficiency Enchancement Purposes”. Penelitian ini dilakukan untuk melihat keefektifitasan dari 3 bahan material yaitu aluminium, tembaga, dan perak dalam pembuatan rotor bar. Pengambilan data dilakukan secara simulasi menggunakan software FEMM. Dari penelitian ini dihasilkan bahwa aluminium memiliki nilai kerapatan fluks magnet yang lebih besar dibandingkan dengan tembaga dan perak kemudain dari sifat fisik ketiga bahan tersebut didapatkan bahwa aluminium dan perak memiliki titik leleh yang lebih rendah dibandingkan dengan tembaga sehingga menyebabkan lebih kecil tekanan termal pada saat pengecoran dan pembuatan rotor bar. Kedua, tembaga memiliki koefisien ekspansi termal yang lebih kecil