Volume 6, Nomor 1, Maret 2022 p-ISSN : 2614-5251 e-ISSN : 2614-526 SELAPARANG. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 316 EDUKASI JAJANAN SEHAT PADA ANAK USIA SEKOLAH Surya Syarifuddin 1) , Nur Afni Ponseng 1) , Saparuddin Latu 2) , Nining Ade Ningsih 3) 1) Program Studi S1 Farmasi, Farmasi, Universitas Megarezky, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia 2) Program Studi Profesi Apoteker, Farmasi, Universitas Megarezky, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia 3) Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Masyarakat, STIK Tamalatea, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia Corresponding author : Surya Syarifuddin E-mail : suryasyarifuddin@gmail.com Diterima 18 Februari 2022, Direvisi 01 Maret 2022, Disetujui 01 Maret 2022 ABSTRAK Pada masa anak usia sekolah merupakan masa tumbuh kembang, sehingga membutuhkan nutrisi atau makanan untuk mendukung proses pertumbuhannya. Makanan jajanan memegang peranan yang cukup penting dalam memberikan asupan energi dan zat gizi lain bagi anak-anak usia sekolah. kenyataanya jajanan atau makanan yang ada di lingkungan sekolah terkadang tidak bersih dan tidak mengandung gizi yang cukup. Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan adanya edukasi untuk memperoleh pengetahuan tentang jajanan sehat. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pada anak usia sekolah untuk memilih jajanan yang sehat. Metode yang digunakan ialah metode ceramah dan metode tanya jawab. Hasil pelaksanaan pada kegiatan ini yakni anak usia sekolah sangat antusias, aktif bertanya dan menjawab pertanyaan serta mampu memahami syarat-syarat jajanan sehat. Kesimpulannya bahwa kegiatan ini mampu menanamkan konsep perubahan perilaku untuk mencegah mengkonsumsi jajanan yang tidak sehat sehingga tujuan dilaksanakannya kegiatan ini dapat tercapai dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan anak usia sekolah. Kata kunci: edukasi; jajanan sehat; anak usia sekolah. ABSTRACT School age children are in a stage of growth and development, so they need nutrition or food to support the growth process. Snack foods are essential for supplying energy and other nutrients to school aged children. However, the hygiene and nutritional value of snacks or food in the school are not always guaranteed. To solve this problem, education is required to get information about nutritious snacks. The goal of this activity is to improve the knowledge and ability of school age children to choose healthy snacks. The method used is the lecturer method and the question and answer method. The results of the implementation of this activity are that school age children being highly engaged, actively asking and answering questions, and understanding the requirements of healthy snacks. The conclusion in this activity is able to instill the concept of behavior change to prevent consuming unhealthy snacks, so that the purpose of this activity can be achieved and has a positive impact on increasing the knowledge of school age children. Keywords: education; healthy snacks; school age children. PENDAHULUAN Pada masa anak usia sekolah merupakan masa tumbuh kembang, sehingga membutuhkan nutrisi atau makanan untuk mendukung proses pertumbuhannya. Hal inilah yang menyebabkan adanya keinginan untuk mengkonsumsi jajanan di lingkungan sekolah karena sebagia besar waktu mereka berada di sekolah. Namun, jajanan atau makanan yang ada di lingkungan sekolah terkadang tidak menjamin kebersihan dan kandungan gizi yang ada pada jajanan tersebut. Penyakit yang terjadi akibat perilaku jajan yang tidak sehat dapat mengakibatkan gangguan-gangguan kesehatan se perti kanker, keracunan, food borne desease serta terjadi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada kesehatan di usia anak sekolah. Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh Nofriadi, dkk (2020) didapatkan bahwa masih banyak siswa berprilaku jajan sehat masih rendah dan terdapat banyak anak yang jajan tidak sehat. (Nofriadi et al., 2020). Sekarang ini kondisi yang terjadi pada kelompok anak-anak mengalami berbagai permasalahan yang terpaut dengan gizi, baik masalah kekurangan gizi maupun kelebihan gizi. Informasi yang diperoleh dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2010 di dapatkan prevalensi tingkatan status gizi anak