Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 14 Nomor 3 Tahun 2019 ● eISSN : 2302-2531 288 PENGARUH BEBAN KERJA DAN KONFLIK INTERPERSONAL TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT ISLAM FAISAL MAKASSAR TAHUN 2018 Rina 1 , Rasyidin Abdullah 2 , Reza Aril Ahri 3 1 Universitas Indonesia Makassar 2 Universitas Indonesia Makassar 3 Universitas Indonesia Makassar Alamat Respondensi : (nersrina10@gmail.com/085256944431) ABSTRAK Beban kerja adalah besaran pekerjaan yang harus yang harus dipikul oleh suatu jabatan atau unit organisasi dan merupakan hasil kali dari volume kerja dan norma waktu. Konflik interpersonal yaitu konflik yang terjadi antar individu. Konflik interpersonal dapat terjadi jika ada perbedaan pendapat isu, tindakan dan tujuan tertentu didalam lingkup organisasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan konflik interpersonal terhadap kinerja perawat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah perawat yang bekerja di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar khususnya di ruang ICU, HCU dan IGD sebanyak 41 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan penggunakan tekhnik purposive sampling. Hasil uji regresi beban kerja nilai ρ = 0,02 dimana ρ <α = 0,05, hasil uji regresi pada konflik interpersonal didapatkan nilai ρ = 0,006 dimana ρ <α = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa beban kerja dan konflik interpersonal mempunyai pengaruh terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar dimana semakin tinggi beban kerja makan kinerja akan semakin kurang begitupun dengan konflik interpersonal semakin konflik interpersonal terjadi maka akan menurunkan kinerja. Penelitian ini menyarankan agar perawat menanamkan dalam diri masing-masing untuk tetap mengaplikan motto Rumah Sakit yaitu ihsan dalam pelayanan bekerja sebagai ibadah agar dapat meningkatkan kinerja perawat. Kata Kunci : Beban kerja, Konflik interpersonal, Kinerja Perawat PENDAHULUAN Pelayanan keperawatan kesehatan pada Rumah Sakit atau Puskesmas merupakan salah satu pelayanan yang sangat penting dan berorientasi pada tujuan yang berfokus pada penerapan asuhan keperawatan secara professional sesuai standar keperawatan sangat tergantung pada bagaimana kinerja perawat di Rumah Sakit atau Puskesmas dalam menerapkan standar asuhan keperawatan (Ilyas, 2014). Rumah sakit adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. Rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat penelitian medik (Depkes RI, 2014). Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang kesehatan pasal 23 menjelaskan bahwa tenaga kesehatan berwenang untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. Kemudian dalam pasal 24 dijelaskan bahwa tenaga kesehatan tersebut harus memenuhi standar pelayanan. Dalam hal ini, pelayanan kesehatan merupakan upaya kesehatan yang diselenggarakan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi individu atau masyarakat. Hal ini sesuai dengan bunyi pasal 51 UU No 36 tahun 2009. Perawat merupakan ujung tombak dari pelayanan kesehatan karena memberikan asuhan keperawatan secara langsung selama 24 jam. Berdasarkan penelitian terdahulu, ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja termasuk beban kerja dan konflik interpersonal. Beban kerja dan konflik interpersonal ini sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan dari suatu organisasi karena kurangnya kerja sama dalam satu tim, ini menandakan tidak adanya sikap profesionalisme didalam bekerja yang bertentangan dengan Undang-Undang keperawatan No 38 tahun 2014 pasal 2 tentang asas praktik keperawatan adalah etika dan profesional dimana seresponden perawat harus menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan. Di Indonesia, perawat profesional baru mencapai 2% dari total perawat yang ada,