LITERATUS literature for social impact and cultural studies e-ISSN: 2686-5009 Pengaruh Metode Blended learning dalam Peningkatan Pengetahuan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Puskesmas Sulawesi Utara Rima Lolong Universitas Negeri Manado rimalolong@gmail.com Viktory Nicodemus Joufree Rotty Universitas Negeri Manado Henny Nikolin Tambingon Universitas Negeri Manado Abstrak Blended learning merupakan perpaduan atau kombinasi dari berbagai pembelajaran baik jarak jauh maupun tatap muka. Blended learning dipercaya dapat meningkatkan pengetahuan peserta didik. Oleh karena itu aplikasi Blended learning dalam pelatihan sumber daya manusia (SDM) kesehatan perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh metode Blended learning dalam pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan SDM Puskesmas di Sulawesi Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-posttest. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Provinsi Sulawesi Utara pada 5-10 September 2022. Responden penelitian ini yaitu 30 SDM Kesehatan yaitu Tim Gerak Cepat Penanggulangan KLB dan Wabah di Puskesmas. Variabel yang diukur dalam penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan baik nilai terendah, tertinggi dan rataan. Nilai terendah terjadi peningkatan 48,5 poin, nilai tertinggi mengalami peningkatan sebesar 30 poin dan nilai rataan meningkat sebesar 33,33 poin. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai t sebesar 20,0478 dan nilai p sebesar 0,0001 (p< 0,05). Nilai-nilai ini menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pelatihan dengan metode blended learning. Kesimpulan penelitian ini yaitu adanya pengaruh pelatihan dengan metode Blended learning terhadap pengetahuan peserta pelatihan. Kata Kunci: blended learning, SDM kesehatan, pelatihan, pengetahuan PENDAHULUAN Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) 2019 berdampak pada sektor kesehatan, ekonomi, dan sosial, khususnya sektor pendidikan. Covid-19 berdampak pada administrasi sekolah di bidang pendidikan. Covid-19 memaksa proses pembelajaran dan pelatihan secara offline (tatap muka) dilakukan dari jarak jauh (online). Pembelajaran atau pelatihan online yang biasa dikenal dengan pembelajaran jarak jauh memungkinkan fasilitator dan siswa untuk melakukan pembelajaran di luar sekolah, tanpa harus berada di ruangan yang sama atau tatap muka. Fasilitator menyampaikan pengetahuan atau pengajaran melalui media online yang dapat diakses melalui internet (Tamboto dkk 2021; Pontoh dkk 2021; Nurhadi 2020). Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kesehatan sangat penting untuk pembangunan kesehatan. Sumber daya manusia di bidang kesehatan berperan dalam meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kapasitas setiap orang untuk hidup sehat guna mencapai derajat kesehatan yang optimal. Dengan masuknya penyakit baru yaitu pandemi Covid-19, isu sumber daya manusia kesehatan menjadi semakin strategis. Untuk mencegah penyebaran Covid-19, diperlukan tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan untuk menangani wabah dan situasi luar biasa lainnya (KLB). (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2022). Pada masa epidemi ini, salah satu upaya untuk memperluas pengetahuan dan kemampuan sumber daya manusia, termasuk kesehatan, adalah pelatihan jarak jauh. Pelatihan sumber daya manusia memainkan peran penting; Semakin efektif suatu lembaga