E-JURNAL ARSITEKTUR LANSEKAP ISSN: 2442-5508 VOL. 3, NO. 1, APRIL 2017 Konsep Rencana Pengembangan Lansekap Subak Sebagai Kawasan Agrowisata Berkelanjutan LURY SEVITA YUSIANA 1* , NI NYOMAN ARI MAYADEWI 2 1 Program Studi Arsitektur Pertamanan, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana, Jl. PB Sudirman Denpasar, Indonesia 2 Program Studi Agroekoteknologi, Fakutas Pertanian, Universitas Udayana, Jl. PB Sudirman Denpasar, Indonesia *E-mail: lury.yusiana@unud.ac.id ABSTRACT Concept of Subak Landscape Development Plan As a Sustainable Agrotourism Area Subak is one of the world cultural heritage. However, the rapid development of tourism in Bali threatens the existence of the subak. The high price of land becomes unequal to farmers' income from the agricultural sector. Agricultural sector began to be abandoned and the existence of subak began to disappear. To reduce these threats, it is necessary to develop agricultural areas by focusing on the productivity of the performances that produce quality commodities and the development of agricultural landscape potential as a tourist destination. This study aims to plan the concept for the development of agricultural and subak areas as the motor of the agricultural sector to obtain economic opportunities through the tourism sector. The research method is done by analyzing agriculture sector through subak component (Windia, 2013) and analyzing the plan of arrangement of tourist landscape through tourism development component (Inskeep, 1991). The final product of this research is the concept of sustainable agro-tourism plan on the subak landscape. Keywords: subak, agrotourism, tourism landscape planning 1. Pendahuluan Pertanian di Bali dengan sawah berteras mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan menikmati indahnya lansekap pertanian. Hal ini pada akhirnya mendorong keinginan investor untuk menanamkan modal besar pada lokasi pertanian di Bali sebagai obyek wisata. Berkembangnya sebuah obyek wisata menuntut adanya ketersediaan sarana dan prasarana serta fasilitas-fasilitas lain untuk kenyamanan wisatawan. Dengan demikian, investasi pada berbagai sektor menjadi meningkat dan pembangunan menjadi tidak terbendung. Hal ini memicu peningkatan nilai lahan secara ekonomi. Tingginya harga lahan menjadi tidak sebanding dengan pendapatan petani dari sektor pertanian. Memicu masyarakat untuk menjual lahan dan/atau menyewakan lahan termasuk lahan pertanian. Hasil yang diperoleh mampu memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat. Sektor pertanian mulai ditinggalkan dan eksistensi subak mulai hilang. Untuk mengurangi ancaman http://ojs.unud.ac.id/index.php/lanskap JAL | 97