Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan 5(3), 170-179 (2022)
https://doi.org/10.24815/jarsp.v5i3.25144
170
PERANCANGAN PETA ZONA GEMPA DAN TSUNAMI KOTA PADANG
MENGGUNAKAN TEKNIK 3D ISOMETRIC ART
Rafki Imani
a,*
, Tedy Wiraseptya
b
a
Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang, Kota Padang
b
Desain Komunikasi Visual, Fakultas DKV, Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang, Kota
Padang
*Corresponding author, email address: rafki_imami@upiyptk.ac.id
A R T I C L E I N F O A B S T R A C T
Article History: The influence of information technology in disaster mitigation continues
to increase. For example, the internet and digital application in
delivering information related to the development of aid distribution to
disaster victims. In this study, the application of technology and digital
map of the earthquake and tsunami zone in Padang City will be
developed with isometric visualization, which will make it easier for the
public to understand and read important information on the map, so that
disaster mitigation are more targeted. Primary data collected from field
observation in the form of evacuation routes and shelter buildings were
transformed into visual data. Secondary data in the form of a map of the
earthquake and tsunami prone zone in Padang City were obtained from
relevant agency and references to book and journals related to the
earthquake and tsunami. The data were then processed into 3D Isometric
Art Map with the graphic application using the digital imaging method.
The result of the study is in the form of 3D Isometric Art Zone Map by
showing the digital imaging form. This map shows information in the
form of the position of the Padang City to earthquake and tsunami
hazard, evacuation zones and disaster services.
Received 08 March 2022
Accepted 17 May 2022
Online 30 September 2022
Keywords:
Earthquake
Padang City
Tsunami zone map
3D Isometric Art
©2022 Magister Teknik Sipil Unsyiah.All rights reserved
1. PENDAHULUAN
Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan kekayaan alam yang melimpah
(Habibie, 2017). Tercatat hampir 80% kegiatan ekonomi di Indonesia berlangsung di wilayah pesisir dan
sekitar 22% dari total penduduk Indonesia bekerja sebagai nelayan di laut (Ramdhany, 2016). Kejadian
gelombang besar yang melanda wilayah di sekitar Selat Sunda, seperti Lampung dan Pandeglang Banten
pada tahun 2018, menjadi bukti betapa bencana gelombang besar tsunami telah menyebabkan kawasan
tersebut lumpuh total dalam waktu yang cukup lama, termasuk masyarakat yang menggantungkan mata
pencariannya di sekitar kawasan tersebut (Asmara, 2018). Dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007
(UU 24/2007) disebutkan bahwa bencana gempabumi dan tsunami adalah bencana terbesar dengan dampak
yang luas dibandingkan dengan bencana lainnya di Indonesia. Gambar 1 di bawah adalah kondisi daerah
pantai di Banten yang porak-poranda akibat bencana gelombang 2019.
Secara geografis, Indonesia terletak pada rangkaian cincin api yang membentang di sepanjang
lempeng Pasifik yang merupakan lempeng tektonik paling aktif di dunia. Sebanyak 90% gempa besar di
dunia berasal aktivitas lempeng Pasifik di zona subduksi, termasuk gempa-gempa yang terjadi di Indonesia.
Dampak gempabumi yang terjadi pada zona subduksi di dasar laut dapat menimbulkan bencana tsunami.
Tsunami umumnya terjadi karena gempabumi di laut, tanah longsor di dasar laut, letusan gunung berapi,
dan hujan meteor. Kasus kejadian tsunami yang pernah terjadi di Indonesia adalah tsunami yang disebabkan
Jurnal Arsip Rekayasa Sipil dan Perencanaan (JARSP)
Journal of Archive in Civil Engineering and Planning
E-ISSN: 2615-1340; P-ISSN: 2620-7567
Journal homepage: http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JARSP/index