1 ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN KELUARGA PENYEBAB ANAK TIDAK MELANJUTKAN PENDIDIKAN DI DESA BENAWAI AGUNG Reni Yulianti, Agus Sikwan, Iwan Ramadhan Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP Untan Pontianak Email: reniyulianti63@gmail.com Abstract The purpose of this research in general is how family environmental factors cause children who receive free education to not continue their education in Benawai Agung Sukadana Village, North Kayong Regency. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The data sources in this study were 3 parents of children who did not continue their education along with 3 children who did not continue their education consisting of 1 person who did not continue to junior high school and 2 people who did not continue to high school. The method used in the data collection technique is the interview and observation method. Based on the results of the study, children did not continue their education, namely the way to educate children that was not right and the relationship between parents and children was not harmonious. The family/home atmosphere factor in observations and interviews was seen from the number of family members and the number of dependents in the family, while the economic condition factor included the work of parents in terms of meeting the educational needs of children seen from the facilities provided by parents and parents' income in terms of how parents meet the educational needs of their children. Keywords: Family Environment, Not Continuing Education PENDAHULUAN Pendidikan merupakan elemen yang penting dalam kehidupan bermasyarakat dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan baik itu dalam keluarga, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat (1) tentang sistem Pendidikan Nasional yang berbunyi, Pendidikan adalah usaha “sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”. Menurut Koentjaraningrat (dalam Fredian Tonny Nasdian, 2015: 108) menyatakan bahwa, “kelembagaan pendidikan: memenuhi kebutuhan penerangan dan pendidikan manusia agar menjadi masyarakat yang berguna. Contoh: pendidikan dasar/ menengah/ tinggi, pers dan lain-lain”. Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh seseorang untuk meningkatkan pengetahuannya baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik dalam diri individu tersebut. Dengan pendidikan pula seseorang dapat meraih cita-citanya, sesuai dengan keahlian yang ia miliki. Namun dalam perjalananya, masih terdapat anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikan terlebih lagi di daerah tersebut menerapkan program pendidikan gratis, seperti yang terjadi di Desa Benawai Agung Kecamatan Sukadana Kabupaten Kayong Utara. Dalam hal ini, meskipun pendidikan di Desa Benawai Agung sudah mengalami peningkatan dengan adanya program pendidikan gratis dari