MARISEKOLA: Jurnal Matematika Riset Edukasi dan Kolaborasi Volume 3, No. 1, April 2022, 49-56 ISSN 2774-6879 Info Artikel: Diterima 28 September 2021 ▪ Disetujui 07 November 2021 ▪ Diterbitkan 30 April 2022 Preemptive Goal Programming untuk Penjadwalan Perawat di Ruang ICU Mardino M. Maloky 1* , James U.L. Mangobi 2 , Marvel G. Maukar 3 1,2,3 Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Manado * e-mail: mardinomaloky99@gmail.com ABSTRAK Penjadwalan secara manual pada ruang ICU ini dapat mengakibatkan ketentuan ataupun aturan yang ada dalam ruangan tersebut tidak terpenuhi serta tidak sesuai dengan yang diinginkan ataupun diharapkan oleh perawat untuk beban kerja yang sama. Perawat dalam ruang ICU merawat pasien dengan pengawasan yang lebih ketat dan penjadwalannya juga masih secara manual, untuk itu akan dimodelkan masalah penjadwalan perawat ruang ICU ini kebentuk goal programming kemudian diselesaikan dengan preemptive goal programming berbantuan software LINGO. Dalam penelitian ini terdapat 2 macam penjadwalan yang memiliki kendala utama yang berbeda dan kendala tambahan yang sama yaitu untuk meminimumkan deviasi jam kerja, shift malam serta jumlah shift pagi dan jumlah shift siang tiap periode penjadwalan. Kedua penjadwalan tersebut menunjukkan bahwa jumlah jam kerja dan shift malam sudah merata serta jumlah shift pagi dan jumlah shift siang yang sesuai dengan yang diinginkan sehingga menghasilkan jadwal yang optimal. Kata kunci: Penjadwalan, Goal Programming , Preemptive Goal Programming ABSTRACT Manual scheduling in the room ICU can result in the provisions or rules in the room not being fulfilled and not by what is desired or expected by nurses for the same workload. Nurses in the room ICU treat patients with stricter supervision and the scheduling is still manual, for this reason, the nurse scheduling problem will be modeled in ICU into goal programming and then solved with preemptive goal programming assisted by software LINGO. In this study, 2 types of schedules have different main constraints and the same additional constraints, namely, to minimize the deviation of working hours, shifts night and the number of shifts morning, and the number of shifts for an afternoon each scheduling period. The two schedule shows that the number of working hours and shifts night is evenly distributed as well as the number of shifts morning and the number of shifts afternoon that are as desired to produce an optimal schedule. Keywords: Scheduling, Goal Programming , Preemptive Goal Programming PENDAHULUAN Perawat pada ruangan ICU bekerja merawat pasien dengan pengawasan yang lebih ketat dan penjadwalan perawat pada ruang tersebut masih secara manual yang seringkali tidak dapat memenuhi aturan ataupun ketentuan dalam pembuatan jadwal serta tidak sesuai dengan yang diharapkan ataupun diinginkan oleh perawat. Penjadwalan secara manual akan kurang berhasil jika dikombinasikan dengan sejumlah besar data input dan parameter yang kompleks. Ini memungkinkan kesalahan terjadi karena selain menuntut presisi tinggi juga diperlukan estimasi waktu yang lama (Manoy, dkk., 2020). Hal tersebut dapat mengakibatkan beban kerja tidak merata dan membuat kesehatan serta kinerja perawat tidak stabil. Menurut Awadallah dkk., (2011), proses penjadwalan perawat setiap shift melelahkan dan membingungkan. Tujuan utama manajemen rumah sakit adalah untuk menghasilkan daftar nama perawat berkualitas tinggi dengan cepat yang memenuhi semua persyaratan sebanyak mungkin. Jika persyaratan manajemen tidak terpenuhi dalam jadwal, maka jadwal akan ditolak, dan juga jika keinginan perawat tidak terpenuhi, hal ini dapat menyebabkan peningkatan tingkat ketidakpuasan di antara perawat. Menurut Sulak, H. and Bayhan, M yang dikutip oleh Mohammadian, dkk., (2019), Penjadwalan yang optimal meningkatkan kinerja perawat sekaligus menghemat sumber daya rumah sakit. Penjadwalan perawat yang tepat, di sisi lain dapat memainkan peran penting dalam mengurangi ketidakadilan dan sebagai hasilnya, meningkatkan kepuasan perawat. Penjadwalan perawat harus dikembangkan agar kinerja perawat dapat lebih optimal, sehingga dapat meningkatkan pelayanan