Substantia, Volume 20 Nomor 1, April 2018 https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/substantia 80 | Mulyana & M Sahlan: Antara Salah Paham dan Paham yang Salah ANTARA SALAH PAHAM DAN PAHAM YANG SALAH: PANDANGAN TEUNGKU SEUMEUBEUT TERHADAP WAHABI Mulyana Idris dan Muhammad Sahlan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia Email: mulyana.idris14@gmail.com & sahlan.hanafiah@gmail.comcom Diterima tgl, 22-03-2018, disetujui tgl 10-04-2018 Abstract: Wahabi is one of a movement group in Islam. The group is famous for its agenda of Islam and Tawheed purification of superstition, bida'ah and khurafat. This article discusses the view of Teungku Seumeubeut against Wahabi suspected of starting and growing in Aceh. Teungku Seumeubeut is an elite level of religion in the village which has a great influence on the community level. The author argues that the view Teungku Semuenebuet against Wahabi strongly depends on the depth of the study, a pattern of academic influence of clients and patrons politicization of religion in the public sphere. This article concludes that Teungku Seumeubeut do simplification against Wahabi due to the knowledge and the experience of interacting with Wahabi is very limited. Abstrak: Wahabi merupakan salah satu kelompok gerakan dalam Islam.Kelompok ini terkenal dengan agenda pemurnian Tauhid dan ajaran Islam dari praktek takhayul, bida‟ah dan khurafat.Artikel ini membahas tentang pandangan Teungku Seumeubeut terhadap Wahabi yang dicurigai mulai masuk dan berkembang di Aceh.Teungku Seumeubeut adalah elit agama di tingkat desa yang memiliki pengaruh besar di masyarakat level bawah.Penulis berpendapat bahwa pandangan Teungku Seumeubuet terhadap Wahabi sangat tergantung pada kedalaman kajian, pola keilmuan patron klien dan pengaruh politisasi agama dalam ruang publik.Artikel ini berkesimpulan bahwa Teungku Seumeubeut melakukan simplifikasi terhadap Wahabi dikarenakan pengetahuan dan pengalamannya berinteraksi dengan Wahabi sangat terbatas. Keywords: Wahabi, Teungku Seumeubeut, Dayah, Aceh. Pendahuluan Wahabi telah menjadi perbincangan hangat di Aceh menyusul parade Aswaja yang digelar pada 10 September 2015. Ratusan massa yang menamakan dirinya Gerakan Aswaja melakukan demontrasi di Banda Aceh. 1 Salah satu tuntutannya adalah melarang Wahabi berkembang di Aceh. Menurut gerakan ini, Wahabi adalah salah satu aliran sesat yang sangat membahayakan aqidah umat Islam. Massa kebanyakan berasal dari kalangan dayah tradisional. 2 1 “Massa Aswaja Padati Banda Aceh”, http://aceh.tribunnews.com/2015/09/10/massa-aswaja-padati- banda-aceh. Diakses pada Sabtu, 16 Juli 2016. 2 Dayah yang dalam bahasa Indonesia disebut pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua dalam sejarah pendidikan di Aceh. Sebenarnya kata dayah berasal dari bahasa Arab yaitu Zawiyah yang artinya sudut. Diyakini oleh masyarakat Aceh pertama kali digunakan untuk sudut Masjid Madinah ketika Nabi