doi: http://dx.doi.org/10.25104/warlit.v34i2.1804 0852-1824/ 2580-1082 ©2022 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. Artikel ini open access dibaw ah lisensi CC BY-NC-SA (https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ ) Nomor akreditasi: (RISTEKDIKTI) 10/E/KPT/2019 (Sinta 2). Warta Penelitian Perhubungan 2022, 34 (2):119-128 Optimisasi Kinerja Automatic Traffic Control System (ATCS) di Simpang Dome Kota Balikpapan Ichda Maulidya Pusat Kebijakan Prasarana Transportasi dan Integrasi Moda, Badan Kebijakan Transportasi Jl. Medan Merdeka Timur No. 5, Gambir, Jakarta Pusat, 10110, Indonesia E-mail: ichda_maulidya@ymail.com Diterima: 14 Juli 2021, disetujui: 29 November 2022, diterbitkan online: 30 Desember 2022 Abstrak Pertumbuhan pengguna kendaraan bermotor dinilai tidak sebanding dengan penyediaan infrastruktur jalan di Kota Balikpapan. Untuk mengontrol kelancaran lalu lintas, Dinas Perhubungan Kota Balikpapan menerapkan Automatic Traffic Control System (ATCS) di sejumlah ruas jalan dan persimpangan yang memiliki kepadatan arus lalu lintas tinggi, salah satunya di Simpang Dome. Namun, keberadaan ATCS tersebut pun belum seluruhnya mampu meminimalisasi kemacetan, pelanggaran, maupun kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini menganalisis strategi optimisasi kinerja ATCS di Simpang Dome Kota Balikpapan dengan menggunakan analisis Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) dan simulasi skenario kinerja lalu lintas menggunakan software Vissim. Dari hasil analisis dan simulasi diketahui bahwa antrean kendaraan maksimum di Simpang Dome pada jam puncak mencapai 62,06 meter dan tundaan rata-ratanya berkisar selama 33,51 detik/smp dengan tingkat pelayanan D. Oleh karena itu, strategi yang dilakukan untuk mengoptimisasi kinerja ATCS di Simpang Dome antara lain pengaturan cycle time (fase hijau) arah selatan, timur, dan barat dari 15, 30, dan 35 detik menjadi 20, 25, dan 20 detik serta diperlukan penerapan yellow box junction (YBJ) untuk mencegah penumpukan kendaraan di persimpangan. Di samping itu, perbaikan alinyemen vertikal, khususnya untuk Jalan Syarifuddin Yoes, juga perlu dilakukan agar seluruh volume kendaraan yang melewati jalan tersebut dapat tertampung serta dapat memenuhi tingkat pelayanan minimum B, di jalan arteri primer dengan persyaratan tundaan berkisar lebih dari 5-15 detik per kendaraan. Kata kunci: kelancaran lalu lintas, optimisasi ATCS , Simpang Dome, tundaan. Abstract The Performance Optimization of Automatic Traffic Control System (ATCS) at Dome Intersection of Balikpapan City: The growth of motorized vehicle users is considered disproportionate to the provision of road infrastructure in Balikpapan City. To control traffic fluency, the Transportation Agency of Balikpapan City has implemented an Automatic Traffic Control System (ATCS) on a number of roads and intersections with high traffic density, one of which is at Dome Intersection. However, the existence of the ATCS was not entirely able to minimize congestion, violations, and traffic accidents. This research analyzed the performance optimization strategy of the Automatic Traffic Control System (ATCS) at Dome Intersection in Balikpapan City using the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI) analysis and traffic performance scenario simulation using Vissim software. The analysis and simulation results show that maximum vehicles queue at Dome Intersection at peak hours reaches 62.06 meters and the average delay is around 33.51 seconds/pcu with a service level of D. Therefore, the strategy taken to optimize the performance of ATCS at Dome Intersection includes cycle time settings (green phase) of south, east, and west directions from 15, 30, and 35 seconds to 20, 25, and 20 seconds and the implementation of yellow box junction (YBJ) to prevent the accumulation of vehicles at the intersection. In addition, improvements to the vertical alignment especially for alan Syarifuddin Yoes, also need to be carried out so the the entire volume of vehicles passing through the road can be accumulated and the minimum service level B is fulfilled on primary arterial roads with delay requirements ranging from more than 5-15 seconds per vehicle. Keywords : delay, Dome Intersection, optimization of ATCS, traffic fluency. 1. Pendahuluan Sebagai salah satu ibukota provinsi di Indonesia, Balikpapan juga menghadapi permasalahan seperti halnya kota besar lainnya. Kemacetan di Kota Balikpapan menjadi masalah utama, namun kondisi infrastruktur jalan belum memadai. Kemacetan lalu lintas tersebut berdampak negatif terhadap beberapa aspek seperti ekonomi, lingkungan, dan kualitas kehidupan masyarakat [1] . Pertumbuhan pengguna kendaraan bermotor dinilai tidak sebanding dengan penyediaan infrastruktur jalan di kota tersebut. Menurut Polres Balikpapan, pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di kota tersebut sebanyak 2.500 unit (roda dua) dan 500 unit (roda empat) per tahun dalam lima tahun terakhir [2] . Hampir sebagian besar karakteristik wilayah di Kota Balikpapan merupakan perbukitan, sedangkan lainnya merupakan dataran sehingga terdapat banyak tanjakan, turunan, dan tikungan. Oleh karena itu, kejadian pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas sering terjadi di kota tersebut. Kondisi jalan-jalan utama di Kota Balikpapan seperti Jalan MT Syarifudin