GUNA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN HINDU VOLUME 7 NOMOR 2 SEPTEMBER 2020 JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISSN : 2355-5696 (CETAK) FAKULTAS DHARMA ACARYA ISSN : 2655-0156 (ONLINE) INSTITUT HINDU DHARMA NEGERI DENPASAR http://ejournal.ihdn.ac.id/index.php/GW Kharismatik Pemimpin Dalam Bhisma Parwa Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar I Nyoman Subagia 1 , I Putu Agus Aryatnaya Giri 2 114 KHARISMATIK PEMIMPIN DALAM BHISMA PARWA Oleh I Nyoman Subagia 1 , I Putu Agus Aryatnaya Giri 2 Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar nyomansubagia1182@gmail.com 1 , putugiri46@gmail.com 2 Diterima 3 Juni 2020, direvisi 11 Agustus 2020, diterbitkan September 2020 Abstract In the environment of life such as family, school, and society can not be avoided from the charismatic system of a leader, both as a leader and as a leader who is led. The fact that there are several things that cause the lack of charismatic leaders. Related to this, then in this study offers the charismatic leaders in Bhishma Parwa, this research is a literature study that is described in a qualitative descriptive manner, with the charismatic results of a leader in Bhishma Parwa emphasized on the element of innate human traits from birth, but on the side Another charismatic can be built on a person through learning, doing good deeds, as well as fostering a spiritual feel within. Keywords: Charismatic Leader, Bhisma Parwa I. PENDAHULUAN Karya sastra merupakan salah satu hasil kebudayaan yang bersifat immaterial yang mengandung berbagai ajaran yang bersifat umum seperti: ilmu pengetahuan, sejarah, mitologi, perilaku, adat istiadat, moral, agama, filsafat dan lain sebagainya. Dalam perkembangannya muncul banyak karya sastra dalam berbagai bentuk sesuai dengan jamannya. Naskah kesusastraan tersebut misalnya Ramayana, Mahabrata, Arjuna Wiwaha dan sebagainya. Ini membuktikan bahwa ajaran Weda mampu menyesuaikan ajarannya dengan situasi, kebutuhan umat dan perkembangan jaman, mengingat sifat ajaran agama Hindu yang bersifat fleksibel dalam arti dapat diterima oleh adat istiadat, kepercayaan, kebudayaan daerah dimana agama Hindu tumbuh dan berkembang, selama adat istiadat, kepercayaan dan budaya tidak bertentangan dengan ajaran agama Hindu. Nilai-nilai budaya Hindu terutama naskah kesusastraan, telah dirasakan mampu membangun jiwa religiusitas bagi umat Hindu serta sangat berperan dalam usaha ikut membangun bangsa dan pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. Oleh karena itu, nilai-nilai budaya terutama naskah kesusastraan Hindu perlu untuk dilestarikan, dibina dan dikembangkan agar terhindar dari kepunahan. Nilai-nilai budaya tersebut banyak terdapat dalam naskah-naskah sastra yang tersebar di masyarakat maupun yang sudah terkumpul di lembaga formal. Bhisma Parwa merupakan salah satu karya sastra yang merupakan bagian dari epos besar Mahabharata di samping parwa-parwa lainnya yang secara total berjumlah 18 parwa. Bhisma Parwa merupakan karya sastra klasik sarat dengan nilai-nilai keagamaan dan wajib dijadikan sumber penelitian. Bhisma Parwa sebagai salah satu produk sastra Hindu klasik banyak mengandung ajaran-ajaran etika dan