e-ISSN 2798-8961 44 | Hita_Akuntansi dan Keuangan Hita Akuntansi dan Keuangan Universitas Hindu Indonesia Edisi Januari 2023 Pengaruh Pengendalian Internal dan Budaya Etis Organisasi Terhadap Kecenderungan Kecurangan (Fraud) Akuntansi Ida Bagus Putu Narayana (1) I Wayan Sudiana (2) Ni Made Wisni Arie Pramuki (3) (1),(2),(3) Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata, Universitas Hindu Indonesia Jalan Sangalangit, Tembau, Penatih, Denpasar Timur e-mail: gusyana35@gmail.com ABSTRACT This study was made to determine the relationship of variables that can affect the tendency of fraud. Those variables are internal control and ets culture in the organization. cooperatives as a whole that are still active in Gianyar district were chosen to be the research sites. The sample of this study amounted to 81 people where the data will be collected later by the process of distributing questionnaires. SEM PLS was used as an analytical method in this study. In this study it was found that the level of accounting fraud can be reduced by improving the internal control system and coupled with an organizational ethical culture that is well implemented in the company. Keywords: Internal control, organizational ethical culture, and accounting fraud tendencies. PENDAHULUAN Koperasi adalah sebuah lembaga keuangan yang berdiri berdasarkan asas kekeluargaan. Pada umumnya fungsi dari koperasi yakni untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota dan juga masyarakat pada umumnya, berfokus pada pensejahteraan anggota dan menopang perekonomian Indonesia. Koperasi sebagai sebuah lembaga keuangan yang berada di wilayah Indonesia sangat rentan dengan kemungkinan terjadinya tindak kecurangan yang dapat menyebabkan sebuah kerugian besar bagi perusahaan. Hal yang paling buruk bisa menyebabkan koperasi tidak aktif lagi. Resiko ini sangat mungkin terjadi dan dilakukan oleh anggota dimana mereka bisa memanfaatkan situasi manajamen yang lemah. Kecenderungan kecurangan merupakan sebuah keadaan dimana seseorang melakukan sebuah tindakan atas dasar ingin mendapatkan keuntungan dengan cara memanipulasi atau memalsukan data dalam laporan keuangan, melakukan tindak koreupsi, ataupun penyalahgunaan sebuah asset.