Kajian Moral dan Kewarganegaraan. Volume 08 Nomor 02 Tahun 2020, 168-184 KONTRIBUSI PERMAINAN TRADISIONAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI SDN SIMOKERTO V/138 SURABAYA Fofi Fana 16040254038 (PPKn, FISH, UNESA) fofifana16040254038@mhs.unesa.ac.id Oksiana Jatiningsih 0001106703 (PPKn, FISH, UNESA) oksianajatiningsih@unesa.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi permainan tradisional dalam pembentukan karakter anak di SDN Simokerto V/138. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif desain deskriptif eksplorasi. Data dikumpulkan selama lima mingu menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan observasi partisipatif pasif ketika anak sedang bermain. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil menunjukkan bahwa permainan tradisional berkontribusi pada perkembangan moral tingkat prakonvensional. Perkembangan moral tingkat prakonvensional tahap pertama terlihat dari kecurangan atau “nakalan” masih sering muncul ketika merasa diri hendak kalah. Hal ini menandakan bahwa karakter terjadi belum sebagai bagian yang mendarah daging dalam diri anak. Karena itu, pengawasan orang lain (temannya atau lawan bermainnya) menjadi bagian yang penting untuk dilakukan. Hal ini menandakan bahwa perkembangan moral anak berada di tahap prakonvensional tahap kedua yaitu orientasi instrumental relatif didasarkan pada tindakan anak terjadi semata-mata untuk memuaskan kebutuhan sendiri dan kebutuhan orang lain. Tidak pilih-pilih teman digunakan untuk memuaskan kebutuhan orang lain. Kata Kunci: Permainan Tradisional, Pembentukan Karakter, Kohlberg. Abstract This study aims to describe the contribution of traditional games in the formation of childeren’s characters in SDN Simokerto V/138. The research method uses a qualitative approach to descriptive exploratory design. Data was collected for five weeks using semi-structured interview techniques and passive participatory observation when the child was playing. Data analysis techniques using interactive analysis models, namely data reduction, data presentation,and drawing conclusions. The data validity techniques is done by using source triangulation and triangulation techniques. The results show that traditional games contribute to the moral development in the preconventional level is seen from cheatingor “delinquency” that still often arises when you feel like you are losing. This indicates that the character occurs not yet as an ingrained part in the child. Therefore supervision of other people (friends or opponents playing). This indicates that the child’s moral development is at the second stage of preconventional level, namely the relative instrumental orientation based on the child’s actions occur solely to satisfy their own needs and the needs of others. Not being picky about friends is used to satisfy the needs of others. Keywords: Traditional Games, Character Building, Kohlberg. PENDAHULUAN Globalisasi dan perkembangan teknologi adalah dua hal yang saling berkaitan. Globalisasi berpengaruh pada perkembangan teknologi. Teknologi adalah salah satu faktor terbentuknya globalisasi. Globalisasi telah membawa perubahan pada berbagai bidang kehidupan. Salah satunya yaitu perubahan dalam bidang budaya. Masuknya budaya asing mempengaruhi eksistensi kebudayaan Indonesia. Kebudayaan Indonesia yang mulai ditinggalkan yaitu permainan tradisional (Kompasiana: 2019). Permainan tradisional merupakan hasil kebudayaan sejak zaman dahulu yang sudah mulai tergantikan dengan teknologi (Aprilla dan Rizqi, 2018:737). Permainan tradisional merupakan permainan yang umurnya sudah tua, tidak diketahui asal usulnya, penciptanya, disebarkan dari mulut ke mulut, dan namanya berubah meskipun pada dasarnya sama (Nimah, 2019:3). Jadi permainan tradisional merupakan hasil kebudayaan sejak zaman dahulu, umurnya sudah tua, tidak diketahui asal-usulnya, penyebarannya melalui mulut ke mulut, dan pada setiap daerah namanya berbeda, namun pada dasarnya sama. Kini banyak altenatif permainan berbasis teknologi. Permainan tradisional saat ini sudah tergantikan dengan permainan modern seperti game online. Fenomena ini terjadi karena permainan modern seperti game online